Pembunuhan Munir

Jangan Lupakan, Kematian Munir Akibat Pembunuhan yang Terencana

by

Munir Said Thalib atau akrab disapa Munir ialah sosok pejuang yang membela HAM dengan aksi heroiknya. Pria kelahiran Malang 8 Desember 1965 ini bahkan tidak gentar untuk berdiri di barisan terdepan dalam menyuarakan ketidak adilan yang diterima masyarakat. Naasnya, Munir harus menutup usia dalam sebuah penerbangan menuju Amsterdam pada 7 September 2004. Kasus kematian Munir masih dilingkupi misteri dan berbagai teori konspirasi yang bahkan belum menemukan titik terang hingga hari ini. Terdapat beberapa fakta yang berhasil ditemukan mengenai kasus pembunuhan Munir, berikut ini beberapa diantaranya.

Meninggal Karena Racun Arsenik yang Ditemukan Dari Hasil Otopsi

Otoritas Belanda yang melakukan investigasi dan autopsi terhadap tubuh Munir memperoleh kesimpulan jika kematian Munir bukanlah karena sakit perut yang dideritanya secara alami. Melainkan diakibatkan terbunuh dengan diracun. Racun arsenik dikabarkan dimasukkan ke dalam makanan Munir sesaat sebelum ia melakukan penerbangan. Mengenai fakta kematian Munir yang terbunuh ini membuat pihak keluarga menuntut keadilan. Pihak keluarga dan pembela HAM menuntut pemerintah guna membentuk tim penyelidik yang independen untuk menguak kasus kematian Munir dan menemukan dalang atas pembunuhan keji yang dialaminya.

Pihak keluarga menegaskan jika lebih mempercayakan tim investigasi independen karena khawatir akan ditindaklanjuti prosesnya apabila menggunakan tim investigasi dan hukum konvensional. Pihak Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) tempat dimana Munir memimpin pun sepakar dengan argumen ini. Tiga bulan pasca kematian Munir, pihak pemerintah mulai membuka diri untuk membentuk Tim Pencari Fakta di bawah pemerintahan Presiden SBY.

Penahanan Pollycarpus dan Keterlibatan BIN

Setelah investigasi lebih lanjut dilakukan, akhirnya pihak menyatakan Pollycarpus sebagai seorang tersangka atas kematian Munir. Pollycarpus merupakan seorang pilot yang saat itu sedang mengambil cuti dan ia memilih menghabisi Munir dengan alasan tidak menyukai keterlibatan Munir yang mengkritisi pemerintahan. Akan tetapi, pihak Komnas HAM merasa masih terdapat kejanggalan atas pengakuan ini. Mereka merasa jika adanya keterlibatan Badan Intelijen Negara (BIN) atas kasus pembunuhan Munir. Hal ini dikarenakan Pollycarpus sempat menerima beberapa panggilan dengan nomor telepon yang terdaftar di inteligen sebelum melancarkan aksi pembunuhan terhadap Munir.

Kematian hasil dari kejahatan konspiratif dengan Garuda Indonesia

Tim Pencari Fakta menyimpulkan jika menemukan sejumlah bukti yang menunjukkan jika pejabat dan karyawan Garuda bersekongkol untuk meracuni Munir. Terlibatnya pihak Garuda ini dikarenakan tidak terdapat tindakan khusus untuk melakukan investigasi secara internal oleh pihak Garuda Indonesia. Selain itu, TPF juga menemukan 3 surat yang dikeluarkan Garuda Indonesia yang ditujukan kepada Pollycarpus. Bahkan salah satu langsung ditanda tangani oleh Vice President Security Garuda Indonesia, Ramelgia Anwar yang saat itu bertanggung jawab atas penerbangan. Masih banyak kejanggalan yang ditemukan atas kasus kematian Munir, tentu saja publik tidak bisa menutup mata dan melupakannya begitu saja. Ketidak adilan yang pernah diperjuangkan Munir semasa hidupnya, hingga saat ini semua yang mencintainya masih memperjuangkannya sebagai keharusan yang harus diterima sosok pejuang seperti Munir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *