Mengenal komponen spandek atap

Mengenal komponen atap spandek

by

Setiap rangka atap bangunan baik itu yang terbuat dari baja ringan, maupun kayu pasti terdiri atas beberapa komponen penyusun. Komponen penyusun tersebut diperlukan untuk memberikan rangka yang kuat dan awet agar dapat melindungi penghuni di bawahnya dengan sempurna dalam jangka waktu yang panjang.

Komponen penyusun rangka berfungsi untuk menahan beban dari bahan penutup atap seperti genteng spandek. Oleh karena itu, umumnya rangka ini terdiri atas susunan balok– balok yang dapat berupa kayu, bambu, maupun baja. Susunan balok tersebut bisa disusun secara vertikal maupun horizontal menyesuaikan desain konstruksi atap. Dari susunan balok–balok tersebutlah maka kemudian muncul istilah kuda–kuda, gording, kaso atau usuk, reng, pelapis atap dan penutup atap.

Konstruksi tersebut dikenal secara luas sebagai komponen atap pada umumnya, tak terlepas pula sebagai komponen penyusun atap spandek. Rangka kuda–kuda merupakan penopang rangka atap yang berbentuk balok kayu dan disusun membentuk sebuah segitiga. Rangka kuda-kuda berada di bawah rangka atap utama, komponen ini berfungsi menyangga rangka atap yang ada diatasnya. Bagian paling atas dari kuda–kuda akan disangkutkan pada sebuah balok, sementara kedua kakinya dihubungkan dengan kolom struktur untuk mengalirkan beban ke tanah.

Di rumah-rumah modern kuda-kuda ini biasanya tertutup oleh plafon, namun di beberapa desain rumah atau bangunan yang ingin menonjolkan suatu nilai estetika tertentu biasanya kuda-kuda tersebut dibiarkan terekspos sehingga terlihat dari bawah dan memberikan nilai tradisional bagi yang melihatnya.

Gording adalah balok-balok yang berada persis di atas kuda–kuda. Fungsinya sebagai pengikat yang menghubungkan rangka kuda–kuda, gording juga berfungsi untuk menyangga usuk. Gorden terutama dibutuhkan jika tinggi rangka kuda – kuda melebihi 2 meter. Hal ini dimaksudkan agar rangka kuda-kuda kuat untuk menyangga beban yang ada diatasnya. Namun jika atap yang digunakan adalah spandek atap maka ukuran gording tidak perlu terlalu tebal karena spandek atap dikenal sebagai atap yang paling ringan dibanding jenis atap lain.

Komponen selanjutnya adalah kaso atau usuk, komponen ini berupa balok yang diletakkan melintang diatas gording, kaso berbentuk memanjang, mulai bagian yang bertumpu pada dinding hingga keluar dari bagian dinding. Fungsinya untuk membentuk kanopi bangungan atau atap lebih, sehingga air hujan atau panas matahari tidak mengenai dinding bangunan secara langsung.

Diatas kaso masih terdapat kayu melintang yang dinamakan reng, komponen ini berfungsi untuk mengaitkan dan menahan penutup atap seperti spandek atap. Reng membuat genteng mudah disusun dengan jarak yang teratur dan rapi. Jumlah genteng yang dipasang sangat bergantung pada jarak pemasangan reng.

Di atas reng biasanya masih ditambah dengan pelapis spandek atap yang kedap air. Bahan reng dapat terbuat dari seng, plastik, maupun plat semen yang berserat. Fungsinya untuk mencegah air hujan merembes masuk ke dalam rumah. Khususnya bagi yang tinggal di daerah tropis dengan curah hujan tinggi, pelapis ini menjadi bagian yang wajib ada pada atap rumah.

Terakhir adalah penutup atap, yakni genteng. Bagian ini adalah bagian yang akan bersinggungan langsung dengan udara luar yakni panas matahari dan hujan. Salah satu jenis genteng yang paling diminati adalah genteng spandek, karena terkenal ringan tetapi kokoh dengan harga yang relatif murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *